ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE

Rizal Ramli Soroti Lemahnya Posisi Tawar Indonesia di Mata Amerika

Minggu , 28 Juni 2020 | 20:00
Rizal Ramli Soroti Lemahnya Posisi Tawar Indonesia di Mata Amerika
Mantan Menko Ekonomi di era mendiang Gus Dur, Rizal Ramli. (rancah.com)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Mantan Menko Ekonomi di era mendiang Gus Dur, Rizal Ramli menyoroti lemahnya posisi tawar Indonesia di mata Amerika saat menyampaikan ide dan sudut pandangnya di awal webinar "Bedah Presidential Election AS" di tahun 2020 yang dilehat Political and Public Pollicy Studies (P3S) dan Pewarna Indonesia Sabtu (27/6/2020).

Menurut ekonom ini bisa dilihat bagaimana petinggi senior Indonesia tidak mampu menembus ke gedung putih alias Trump. Tapi hanya mampu menjumpai Jared yang merupakan mantu Presiden Trump.

"Artinya, Indonesia memiliki kelemahan dalam melakukan diplomasi dengan Amerika Serikat" jelas dia.

Lobi yang lemah dari pemimpin Indonesia terhadap AS tersebut menjadi sorotan dari Rizal Ramli.

Lebih lanjut Rizal Ramli mengatakan ada 5 langkah yang dipersiapkan penasihat Presiden Donald Trump untuk kembali menang di Pemilu mendatang. "Jadi penasehat-penasehatnya Trump menyarankan, kalau mau menang Trump harus hajar Tiongkok, China. Dan itu dia lakukan melalui lima langkah," ujar Sosok yang karib disapa RR ini.

Lebih rinci, digambarkan oleh RR bahwa langkah pertama yang akan dilakukan Trump ialah melanjutkan episode perang dagang yang sempat terhenti karena pandemik virus corona baru (COVID-19). "Yaitu akan kembali meningkatkan tarif terhadap impor barang-barang China ke US,"Sebut dia. Kemudian yang kedua, Trump juga akan memainkan isu pandemik COVID-19, dengan melempar batu penyebab atau sumber virus berasal dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Dihajar soal pertanggungjawaban corona, bahwa itu dimulai di China, bikin kacau, bikin masalah di seluruh dunia," begitu RR memprediksi isu yang akan dimainkan Trump. Adapun yang ketiga ialah dengan menanggalkan kewajiban membayar hutang terhadap China. Sebab RR menyebutkan, China sempat membeli surat utang Negri Paman Sam sebesar 1,2 triliun US dolar. "Amerika berutang ke China. Jadi udah ngemplang (menghindar dari keharusan membayar utang) aja," sambung RR.

Selanjutnya yang keempat, mantan Kepala Bulog ini mengatakan, Trump juga akan menutup perusahaan China yang ada di bursa efek di seluruh negara bagian Amerika Serikat. "Dengan mengeluarkan undang-undang, dan sudah disetujui di Kongres, sebentar lagi di Senat. Bahwa seluruh perusahaan China tidak boleh listing atau terdafatar di Bursa Efek di seluruh Amerika.

Terutama di New York, LA (Los Angles) dan lain-lainnya. Artinya perusahan-perusahaaan Tiongkok harus cabut dari Amerika," bebernya. Untuk langkah yang kelima atau yang terakhir adalah suatu hal yang belum pernah terjadi, menurut RR, sepanjang sejarah perpolitikan di Asia Pacific.

"Ini belum pernah terjadi di sejarah di Asia Pacific. (Dimana) Amerika mengirimkan 3 kapal induknya ke laut China Selatan untuk pertama kalinya hadir di Laut China Selatan sebagai strategi. Dan mungkin juga bisa terjadi sesuatu di Laut China Selatan," demikian Rizal Ramli

 

 

 

 

 

 


Editor : Farida
KOMENTAR