ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE

Jadi KSAD Baru, Andika Perkasa Tak Peduli Kritikan

Kamis , 22 November 2018 | 19:42
Jadi KSAD Baru, Andika Perkasa Tak Peduli Kritikan
Andika Perkasa usai dilantik menjadi KSAD

Jendral TNI Andika Perkasa resmi dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jendral TNI Mulyono, Kamis (22/11). Sejumlah pihak menilai kariernya terlalu cepat karena melewati empat angkatan.

Tepatnya Jendral Mulyono angkatan 1983, sedang Andika 1987. Selain itu, Andika dinilai diuntungkan kerena menantu Mantan Kepala BIN Hendropriyono yang juga pendukung Presiden Jokowi.

“Monggo mau ngomong apa juga saya kondisinya begini, keadaan saya begini, dan dari dulu juga begini enggak ada yang saya komentari lagi, terserah,” kata Andika Perkasa setelah dilantik sebagai KSAD di Istana Negara Jakarta.

Menurut dia, tidak perlu merespons komentar orang lain terhadap dirinya karena ia juga menganggap hal itu sesuatu yang tidak perlu. Ia beranggapan penunjukan dirinya sebagai KSAD misalnya murni merupakan penilaian dari Presiden Jokowi.

Selama ini Andika dianggap memiliki karier yang cemerlang bahkan cenderung melesat dibandingkan rekan-rekan seangkatannya. Ia bahkan hanya menduduki jabatan sekitar enam bulan pada Kodiklat dan hanya sekitar lima bulan pada Pangkostrad.

Hal itu pula yang menjadikan dia menjadi salah satu Jenderal dalam usia muda sehingga dikhawatirkan memiliki hambatan dalam komunikasi internal dimana masih banyak seniornya dalam struktural Angkatan Darat (AD).

Menanggapi hal itu, suami Diah Erwani itu mengaku menyadari fakta tersebut sehingga akan melakukan komunikasi yang lebih intens.

“Saya menyadari itu, banyak senior-senior saya yang masih di berada di struktur AD, saya pasti akan menjalin komunikasi seperti yang selama ini sudah kami lakukan juga, itu bagi saya hal terpenting karena tanpa dukungan senior-senior juga enggak mungkin saya bisa berjalan sesuai arah yang mungkin mereka harapkan,” katanya.
Ia juga menampik keras terkait anggapan dirinya telah mendekati tokoh-tokoh partai politik untuk meminta dukungan. “Enggaklah enggak kalau itu kan saya juga kan enggak pernah kemana-mana,” katanya.

Nama Andika juga sempat dikait-kaitkan dengan kasus tewasnya tokoh politik di Papua, oleh karena itu ia secara khusus mempersilakan siapa saja untuk menelusuri dan tidak akan melarang siapapun menginvestigasi kasus tersebut.

PARA LETJEN DAN ANGKATANNYA
* Wakasad: Letjen TNI Tatang Sulaiman (1986)
* Dankodiklatad: Letjen TNI Anto Mukti Putranto (1987).
* Irjen TNI: Letjen TNI M. Herindra (1987)
* Irjen Kemhan: Letjen TNI M. Thamrin Marzuki (1984)
* Sesmenko Polhukam: Letjen TNI Agus Surya Bakti (1984)
* Rektor Unhan: Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko (1985)
* Sesjen Wantannas: Letjen TNI Doni Monardo (1985)
* Staf Khusus Panglima TNI: Letjen TNI Dodik Wijanarko (1985)
* Staf Khusus Kasad: Letjen TNI R. Ediwan Prabowo (1984)

KARIER KEPANGKATAN DAN PENUGASAN ANDIKA PERKASA
LETNAN DUA S/D LETNAN SATU
* Komandan Peleton Grup 2/Para Komando, Kopassus (1987)
* Komandan Unit 3, Grup 2/Para Komando, Kopassus (1987)
* Komandan Subtim 2, Sat Gultor 81, Kopassus (1991)
KAPTEN
* Komandan Tim 3, Sat Gultor 81, Kopassus (1995)
* Komandan Resimen 62, Yon 21 Grup 2/Para Komando, Kopassus (1997)
* Pama Kopassus (1998)
MAYOR
* Pamen Kopassus (1999)
* Kepala Seksi Kajian Strategi Hankam, Subdit Jaklak, Ditjakstra, Ditjen Strahan, Departemen Pertahanan (2000)
* Kepala Seksi Penyusunan, Subdit Jaklak, Ditjakstra, Ditjen Strahan, Departemen Pertahanan (2001)
* Pamen Mabes TNI-AD (2001)
LETNAN KOLONEL
* Komandan Batalyon (Danyon) 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha, Kopassus (2002)
* Kepala Seksi Intelijen, Korem 051/Wijayakarta, Kodam Jaya/Jayakarta (2002)
* Pabandya A-33, Direktorat A, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI (2002)
* Pabandya IV/Fasdik, Spaban Opsdik, Sdirdik, Kodiklat TNI-AD (2008)
* Kepala Bagian Perencanaan, Sdirum, Kodiklat TNI-AD (2009)
KOLONEL
* Sekretaris Pribadi (Sespri) Kepala Staf Umum (Kasum) TNI (2010)
* Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta (2011)
* Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Kodam I/Bukit Barisan (2012)
BRIGADIR JENDERAL
* Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad) (2013)
MAYOR JENDERAL
* Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) (2014)
* Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura (2016)
LETNAN JENDERAL
* Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) (2018)
* Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (2018)
JENDERAL
* Kepala Staf Angkatan Darat (22 November 2018)
Sumber: Wikipidea


Editor : Wito
KOMENTAR