ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE

Menkeu Sri Mulyani Setuju Santunan bagi Petugas KPPS yang Meninggal

Rabu , 24 April 2019 | 00:40
Menkeu Sri Mulyani Setuju Santunan bagi Petugas KPPS yang Meninggal
Menkeu Sri Mulyani. (Net)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Permintaan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman agar petugas yang meninggal dan sakit saat melaksanakan tugasnya menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak, 17 April 2019 lalu, diberikan santunan mendapatkan sambutan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dengan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para petugas Pemilu yang meninggal saat melaksanakan yang sangat penting, menjaga Pemilu secara adil, aman, dan akunbtabel, Menkeu menganggap penting usulan pemberian santunan bagi para korban yang menjadi petugas Pemilu.

“Mengenai usulan untuk mendapatkan tunjangan, saya sudah mengecek dan kemungkinan kita akan bisa mengakomodasi melalui standar biaya yang tidak biasa di dalam konteks ini,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 23/4, siang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan bahwa jumlah Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal hingga Rabu, 23/4, sudah 119 orang dan yang sakit 374 orang.

"Sakit ini bervariasi ya, kemudian sebarannya di 19 provinsi," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Kantornya, Senin, 22 April 2019.

Kebanyakan anggota KPPS yang jatuh sakit itu kelelahan karena banyaknya pekerjaan dan lamanya proses penghitungan suara. Bahkan ada TPS yang baru menyelesaikan penghitungan suara menjelang Subuh. 

Kelelahan akibat proses yang panjang ini menyebabkan ratusan anggota KPPS jatuh sakit, bahkan 119 orang meninggal.

Menkeu berjanji akan melihat berapa kebutuhan dan bagaimana memutuskan memberikan santunan itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 “KPU mengusulkan besaran santunan untuk anggota KPPS yang meninggal dunia Rp 30-36 juta, sementara yang sakit hingga cacat maksimal Rp 30 juta, dan untuk yang luka besaran santunan maksimal Rp 16juta,” ungkap Arief


Editor : Stanis Herin
KOMENTAR