ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE

Pengamat Politik UIN Sebut Demokrat Sedang Bangun Eksistensi dengan Hoaks

Selasa , 08 Januari 2019 | 23:02
Pengamat Politik UIN Sebut Demokrat Sedang Bangun Eksistensi dengan Hoaks
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno sangat menyayangkan sikap diamnya Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief terkait isu 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos itu, sebagai strategi politik baru.

“Hanya saja strategi itu dilakukan dengan hoaks. Karena, serangan politik kebohongan justru kontraproduktif dan paradoks dengan politik SBY dan bisa merugikan Demokrat,” kata Adi Prayitno, Selasa (8/1/2018) malam.

Dikatakan dia strategi tersebut karena kesantunan politik SBY selama ini tak cukup untuk mempertahankan eksistensi dan elektabilitas Partai Demokrat. Kecenderungan arah mata angin politik 2019 tak memihak Demokrat. Karenanya, perlu strategi lain yang lebih nendang ke publik.

Lanjut dia, selama ini Partai Demokrat cenderung bermain aman, namun kini menggunakan strategi ganda. Di satu sisi tetap berteguh pada narasi ketokohan SBY yang santun dan cool. Tapi, di sisi lain menyerang sebagai bagian peneguhan eksistensi Demokrat.Oleh karena itu, wajar jika SBY diam dalam kasus cuitan Andi Arief tersebut.

“Dengan kasus Andi Arief itu maka Demokrat banyak dibicarakan publik dan dengan begitu publik diharapkan bisa dikonsolidasi untuk memilih Demokrat di pemilu 2019,” papar Adi.

Jadi, yang pasti, setiap partai selalu ada orang seperti Andi Arief, striker tunggal yang siap bertarung di barisan depan.

”Fungsinya banyak. Salah satunya untuk menyerang lawan politik secara sporadis. Secara politik boleh saja, namun paradoks jika amunisi diskursus yang dibangun dengan hoaks,” tutup Adi Prayitno.

Laporan: Rafael


Editor : Farida
KOMENTAR