ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE

Target Partai Demokrat Jeblok, Terjebak Politik Identitas di Tim Prabowo

Jumat , 19 April 2019 | 12:38
Target Partai Demokrat Jeblok, Terjebak Politik Identitas di Tim Prabowo
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. (Fajar)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Partai Demokrat merasa menjadi korban politik identitas yang dimainkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ini lantaran perolehan suara Demokrat merosot di hitung cepat Pemilu 2019.

Kekecewaan ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Ia mengklaim, banyak suara Demokrat tergerus karena permainan politik identitas dari kubu Prabowo.

Seperti diketahui, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Demokrat hanya memperoleh 8 persen suara nasional. Angka ini meleset 3 persen dari target Demokrat yang sebesar 11 persen.

“Partai Demokrat merasa menjadi korban politik identitas. Suara nonmuslim di Papua, Bali, Sumatra Utara, dan NTT migrasi,” ujar Andi, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Andi sendiri tak menyesal sudah bergabung dan berkoalisi dengan kubu Prabowo. Hanya saja, ia mengkritisi strategi yang digunakan Prabowo dan tim selama ini. “Bukan karena gabung BPN, tapi karena koalisi lebih banyak gunakan isu identitas,” imbuhnya.

Isu identitas ini ternyata tidak berimbas ke Demokrat saja. Menurut Andi, Partai Gerindra juga terkena getah. Sebagai partai yang mengusung ketua umum partai sebagai calon presiden, semestinya Gerindra mendapatkan suara lebih dari 12 persen.

“Bukan hanya Demokrat yang jadi korban isu identitas, tetapi Gerindra juga enggak sadar kehilangan suara dari coat-tail effect,” tutur Andi. *


Editor : Stanis Herin
KOMENTAR