ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE

Pengamat Ini Prediksi, Hanya 9 Parpol yang Lolos ke Senayan di Pemilu 2019

Rabu , 13 Maret 2019 | 11:59
Pengamat Ini Prediksi, Hanya 9 Parpol yang Lolos ke Senayan di Pemilu 2019
Pengamat politik Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago. (Arahpolitik/D.Lewuk)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Pemilihan Anggota Legislatif periode 2019-2024 sisa 37 hari lagi. Sekedar update, untuk pemilu serentak baik DPR, DPD RI dan Capres-Cawapres tahun ini memang sedikit berbeda dengan pemilu sebelum-sebelumnya.

Pemilu 2014 misalnya, pileg dan pilpres dilaksanakan secara terpisah. Sedangkan tahun ini (17/4/2019) nanti pemilihan calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi, kabupaten/Kota dan DPD RI serta Pilpres dilaksanakan secara serentak.

Hal demikian sangat membingunkan pemilih, karena harus menghadapi 5 kertas suara dan harus dilakukan dalam waktu relatif singkat.  Kesulitan itu akan mendera para pemilih yang buta huruf. Apalagi bagi pemilih lansia atau orang-orang tua karena faktor usia.

Kondisi ini tentu saja hanya akan menguntungan parpol yang punya calon presiden, dalam hal ini dua Parpol pengusung utama yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung pasangan 01 Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pengusung capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Demikian disampaikan oleh pengamat politik Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago kepada arahpolitik.com, di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Lembagnya baru saja merilis hasil Survey Nasional terkait elektabilitas partai, dari 16 partai politik nasional (parpol) peserta Pemilu 2019. Dari 16 parpol, hanya ada 9 parpol yang berpotensi lolos dan sukses melampaui ambang batas parliamentry threshold (PT) 4 persen pada pemilu 17 April 2019 yang tingga 37 hari lagi.

Menurut Pangi parpol tersebut di antaranya PDI-Perjuangan dengan elektabilitas tertinggi 26,5%. Menyusul Partai Gerindra menempati posisi kedua dengan tingkat elektabilitas sebesar 14,2%.

Sementara Partai Golkar menduduki posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 10,6%, PKB 8,4%, Partai Demokrat 6,7%, Nasdem 5,5%, PKS 4,9%, PAN 4,5%, dan terakhir PPP 4,1%.

Kemungkinan kata Pangi hanya 9 partai tersebut yang akan lolos di parlemen. Mereka berpotensi sukses dan lolos melampaui ambang batas perolehan suara.

Lalu, bagaimana peluang 7 parpol lainnya? Pangi menjelaskan, ada 7 partai politik, diprediksikan gagal melewati ambang batas parliamentry threshold. Dari 7 parpol itu, terdapat 3 partai lama dan 4 partai baru. Mereka berkemungkinan tidak lolos ambang batas parlemen.

Lanjut Pangi, bahwa elektabilitas Perindo hanya memperoleh angka sebesar 3,5%, kemudian partai Hanura hanya memperoleh elektabilitas sebesar 1,1%. Sedangkan Partai Bulan Bintan berada dikisaran 0,8%, disusul partai Berkarya sebesar 0,7%.

Bagaimana dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) besutan mantan jurnalis TV One, Grace Natalie? Partai politik yang menyasar kalangan kaum milenial itu kata Pangi, hanya berada diperingkat elektabilitas 0,5%. Sedangkan partai

Sedangkan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang kini dikomandani oleh Diaz Faisal Malik Hendropriyono itu pun menurut survei elektabilitas parpol hanya bertengger di angka 0,4%. Sementara Partai Garuda lebih terendah, yakni 0,3%.

Sementara, yang belum memutuskan pilihan partai (undecided voters) masih di angka 7,3%. Jadi sangat tunggu juga mereka yang saat ini belum memutuskan pilihannya untuk memberikan hak suara di Pemilu Serentak 2019 guna mengusung calon wakil nya di DPR pusat.

"Jadi, jika dilihat dari data tersebut maka, hal itu menunjukan belum ada satu pun partai baru yang berhasil melampaui ambang batas parlemen PT 4%. Itu artinya parlemen masih akan dikuasai partai politik lama dari 10 partai yang berada di XI Komisi di DPR RI, Senayan.

Meski demikian kata Pangi dari beberapa partai baru yang ikut meramaikan kontestasi elektoral pilpres 2019, Perindo adalah salah satu partai baru yang paling potensial menembus ambang batas Parliamentry Threshold (PT) karena tingkat probabilitasnya masih cukup tinggi.

Hanya saja kata Pangi, partai besutan pengusaha televisi nasional Hary Tanu itu masih harus bekerja keras dan tumbuh secara merata di 34 provinsi Indonesia. Perindo juga diprediksikan berpeluang melewati jebakan ambang batas parlemen.

Hal itu karena, sudah mulai mendekati angka range margin of error. Perindo punya peluang untuk menembus jalan terjal menuju Senayan.

Partai pimpinan Hary Tanu itu bisa saja melewati angka ambang. Peluang menembus ambang batas suara untuk bisa punya wakil di Senayan (DPR RI) periode 2019-2024 masih terbuka lebar.

Laporan: D. Lewuk


Editor : Farida
KOMENTAR