ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Keppres 311/2018 Ini Jadi Alasan Hanura Minta DPR PAW 9 Anggotanya

Minggu , 04 November 2018 | 20:18
Keppres 311/2018 Ini Jadi Alasan Hanura Minta DPR PAW 9 Anggotanya
Direktur Eksekutif DPP Partai Hanura, Djafar Badjeber. (Net)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta Pimpinan DPR RI segera melantik Anggota DPR baru sesuai dengan Keppres Nomor: 311/2018 . Hal itu setelah sempat muncul perseteruan kepengurusan Hanura antara kubu Sudding dan Oesman Sapta (OSO) belum lama ini.

Pernyataan itu disampaikan Djafar Badjeber selaku Direktur Eksekutif DPP Partai Hanura kepada wartawan di Jakarta belum lama ini.

Menurutnya, Penggantian antarwaktu (PAW) memiliki fungsi sebagai mekanisme kontrol dari partai politik yang memiliki wakilnya yang duduk sebagai anggota parlemen.

Lanjut dia, kewenangan PAW diatur dalam pasal 213 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3).

“KPU dan DPR harus segera memproses dan mengagendakan pelantikan anggota baru karena sudah tidak ada celah hukum untuk tidak melantiknya, apalagi sudah dikeluarkannya Keppres No 311/2018 yang mengesahkan peresmian pemberhentian 9 anggota DPR RI dari Partai Hanura,” tegas Djafar Badjeber.

Dijelaskan, pemberhentian anggota DPR dari Fraksi Hanura ini sudah diresmikan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 311/P Tahun 2018 tentang Peresmian Pemberhentian Antarwaktu Anggota DPR dan Anggota MPR Masa Jabatan 2014-2019.

Berikut adalah Anggota DPR Hanura yang diminta PAW : Frans Agung Mula Putra, Dadang Rusdiana, Sarifuddin Sudding, Rufinus Hotmaulana Hutauruk, Dossy Iskandar Prasetyo, Fauzih H. Amro, Arief S Suditomo, Mukhtar Tompo dan Nurdin Tampubolon.

Menurutnya, setelah pemberhentian keanggotaan dari Partai Hanura yang dikuatkan melalui Keppres Nomor 311/2018, maka sudah tidak ada alasan Pimpinan DPR untuk tidak segera melantik anggota dewan baru dari Hanura.

“Dengan dilantiknya anggota baru, maka tidak ada lagi kekosongan anggota legislatif dari Hanura, sehingga kami dapat melanjutkan kerja-kerja politik pada alat kelengkapan dewan yang akan mendukung kinerja tugas pokok dan fungsi DPR,” kata Djafar.

Djafar menegaskan, proses PAW dari partai lain untuk kasus yang sama ini relatif cepat pelantikannya. Sedangkan Hanura sampai sekarang masih belum dilantik.

“Kenapa diskriminatif?” ujarnya terheran.

Menurutnya, setelah sekian lama bersabar, pihaknya meminta segera dilantik anggota baru dari Hanura pada sidang paripurna tanggal 21 Nopember 2018 mendatang.

“Penggantin ini sudah memenuhi azas legalitas berdasarkan aturan perundang-undangan," tegas Djafar.

Berikut adalah 9 calon PAW yang diajukan oleh DPP Partai Hanura untuk menggantikan Sarifuddin Sudding, Cs:
1. Junianto Simanjuntak menggantikan Nurdin Tampubolon (Sumut I)
2. Jalaluddin Akbar menggantikan Mukhtar Tompo (Sulsel I)
3. Ferdinand Sampurna Jaya menggantikan Frans Agung Mula Putra (Lampung I)
4. Dr. Erislan menggantikan Dadang Rusdiana (Jabar II)
5. Erick Adtrada Ritonga menggantikan Rufinus Hotmaulana Hutauruk (Sumut II)
6. Pdt. Teti Pinangkaan menggantikan Sarifuddin Sudding (Sulteng)
7. Tulus Sukariyanto menggantikan Dossy Iskandar Prasetyo (Jatim VIII)
8. Ridwan Effendi menggantikan Fauzih H. Amro (Sumsel I)
9. Timbul P. Manurung menggantikan Arief S Suditomo (Jabar I).

(Laporan: Rafael)

KOMENTAR