ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE

Dua Hari Jelang Debat Cawapres 2019, Ini Usulan Fahri Hamzah

Jumat , 15 Maret 2019 | 10:22
Dua Hari Jelang Debat Cawapres 2019, Ini Usulan Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR bidang Korkesra, Fahri Hamzah dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Menakar Efektivitas Debat Capres dalam Meraih Suara" di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Kamis (14/3/2019). (Arahpolitik/D.Lewuk)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Debat Capres putaran ketiga antara pasangan Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin dan cawapres 02 Sandiaga Uno bakal digelar Komisi Pemilihan Umum, Minggu (17/3/2019) di Jakarta.

Terkait itu, Wakil Ketua DPR bidang Korkesra, Fahri Hamzah mengingatkan agar sistim pertanyaan jangan dibuat seperti debat pertama. Karena kesannya seperti kelompok cerdas cermat, kurang terelaborasi materi-materinya.

Hal itu disampaikan dalam diskusi "Dialektika Demokrasi bertema 'Menakar Efektivitas Debat Capres dalam Meraih Suara' di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Kamis (14/3/2019) yang dipandu Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Rumdoni Setiawan dari Harian Rakyat Merdeka.

"Saran saya, Komisi Pemilihan Umum (KPU), jangan lagi mengasumsikan debat capres-cawapres seperti cerdas cermat atau kelompokcapir. Saya usulkan debat berikutnya dan selanjutnya sampai akhir tidak perlu lagi ada pembuatan-pembuatan soal. Dimulai dari debat ketiga ini," kata Fahri Hamzah.

Menurutnya, biarkan kandidat bertanya dan menjawab sesuai tema. Ini lebih masuk ke substantif. Publik pun ingin melihat agar mereka jadi tahu, sejauh mana konsep yang ada ‘dikepala’ para calon, biar dielaborasi kandidatnya.

“Jadi biarlah kandidat itu bertanya dari hulu sampai hilir persoalan, panelis atau panitia KPU hanya menyiapkan tema. Kebetulan kalau tidak salah, debat kali ini bahas soal sejumlah bidang seperti pendidikan dan budaya, kesehatan, ketenagakerjaan. Dan itu akan lebih menarik ketimbang seperti format sebelumnya,” imbuh nya.

Jangan lagi seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya. Fahri menilai di debat pertama pertanyaan diberi kisi-kisinya. Pertanyaan dikasih, tentu bisa yang jawab orang lain, dan paslon tinggal menghafalnya saja.

Meski demikian, dia tak mempersoalkan bocor atau tidak tapi meragukan. Karena di zaman teknologi saat ini bukan hal yang mustahil kebocoran itu terjadi.

“Pertanyaan diambil. Panelis bahwa buka laptop atas pertanyaan yang sudah disodorkan. Di situ ada wifi. Ini kan kemungkinan bisa dilihat jawaban panelis. Saya tidak menuduh. Tapi kemungkinan sangat mungkin hal itu bisa saja terjadi,” beber politikus asal Sumbawa, NTB itu.

Laporan: Dominikus Lewuk


Editor : Farida
KOMENTAR