ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH DESA | SCHOLAE
news

Ma‘ruf Amin Batal Beri Kuliah di Kampus UIN Padang

Jumat , 08 Februari 2019 | 10:52
Ma‘ruf Amin Batal Beri Kuliah di Kampus UIN Padang
Cawapres RI Maruf Amin mengatakan sudah saatnya para relawan melakukan perang d

Pelaksanaan kuliah umum dan diskusi ilmiah semula akan menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, di Kampus Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Jumat, batal digelar

"Berdasarkan jadwal memang akan digelar diskusi ilmiah oleh Ma'ruf Amin di Kampus UIN Padang pada Jumat ini, namun belakangan diketahui kegiatan tersebut masuk dalam jadwal kampanye," kata Kepala Sub Bagian Humas UIN Imam Bonjol Padang Getri Ardenis.

Pihak kampus mengetahui perihal tersebut dari Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye (STTPK) yang dikeluarkan polda setempat, dan dalam surat dibunyikan kegiatan di Kampus UIN Padang masuk di dalam jadwal.

"Kalau kegiatannya sebatas diskusi ilmiah tidak ada masalah, tapi untuk kampanye tentu tidak bisa, karena kampanye dilarang di lembaga pendidikan," katanya lagi.

Akhirnya, Rektor UIN Imam Bonjol Padang Eka Putra Wirman memutuskan kegiatan tidak jadi diselenggarakan di dalam kampus.

Alasan tersebut juga diperkuat oleh surat Badan Pengawas Pemilu Sumbar nomor: 024/K.Bawaslu.SB-14/PM.02.00/II2019 yang diterima Kampus UIN, berisi imbauan agar tidak menggunakan sarana pendidikan sebagai tempat kampanye, pada surat tersebut juga terlampir STTPK.

Pihak kampus sebelum mengambil keputusan juga telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian.

Ketua Bawaslu Padang Dorri Putra mengatakan pihaknya tidak melarang kegiatan tersebut, namun hanya mengingatkan kampanye dilarang di lembaga pendidikan dan bisa diancam pidana. Mengingat pada STTPK disebutkan kegiatan di Kampus UIN IB Padang pada Jumat masuk dalam jadwal kampanye.

Sebelumnya, KH Ma'ruf Amin dijadwalkan datang ke UIN IB Padang pada Jumat, menjadi pembicara dalam diskusi ilmiah dengan tema "Arus Baru Ekonomi Indonesia yang Berbasis Ekonomi Keumatan" (ant)


Editor : Wito
KOMENTAR