ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Sandiaga Dapat Nasehat Buya Syafii Maarif

Minggu , 02 Desember 2018 | 20:36
Sandiaga Dapat Nasehat Buya Syafii Maarif
Sandiaga Salami Buya Syafii dengan Penuh Hormat (Instagram@Sandiuno
POPULER

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2 Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi kediaman mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif di Perumahan Nogotirto, Kabupaten Sleman, Minggu.

Sandiaga yang mengenakan peci dan berkemeja biru muda tiba pukul 13.45 WIB dan disambut langsung oleh Buya Syafii bersama istrinya.

"Dalam kesempatan ini mendapatkan nasihat sekaligus sowan kepada yang tentunya tokoh bangsa kita sebagai bagian dari membangun bangsa ini lebih baik lagi, merajut tenun kebangsaan kita," kata Sandiaga, usai berbincang-bincang dengan Syafii.

Sandiaga juga menegaskan bahwa kunjungannya tersebut bukan untuk mencari dukungan menghadapi kontestasi Pilpres 2019.

"Di sini ini bukan mencari dukungan karena Buya harus ada di atas semua kepentingan dan semua golongan. Buya yang kami hormati dan sangat kami idolakan juga menyampaikan salam untuk Pak Prabowo," kata dia.

Sandi juga mengaku mendapatkan wejangan khusus dari Syafii, agar kontestasi politik menjelang Pilpres 2019 jangan terlalu dibuat gaduh yang penuh dengan gontok-gontokan. Saat menjelaskan tentang wejangan itu, Syafii langsung memotong ucapan Sandi. "Ndak perlu perang Baratayudha," kata Syafii yang kemudian disambut tawa.

Kemudian Sandi melanjutkan bahwa Syafii berpesan kepada dirinya agar mampu membuat demokrasi ini lebih teduh dan sejuk.

Menurut dia, tokoh Muhammadiyah itu juga berharap dirinya bersama Prabowo bisa menyelesaikan beberapa masalah kebangsaan, khususnya masalah kedaulatan ekonomi. "Tadi beliau menyampaikan kedaulatan ekonomi itu suatu gagasan yang harus kita wujudkan," kata dia.

Sementara itu, Syafii mengatakan sebagai orang tua siapa pun yang berkunjung ke kediamannya akan diterima dengan baik.

Ia berharap apabila nantinya Sandiaga akhirnya terpilih, agar menjadi wapres bagi rakyat Indonesia, bukan wapres untuk partai pendukungnya saja.

"Jadi dari politisi menjadi negarawan itu yang sering saya sampaikan. Saya rasa itu kuncinya untuk bangsa Indonesia ke depan sehingga Indonesia tidak tercabik-cabik, ndak karu-karuan," kata Buya Syafii.

KOMENTAR