ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Kronologis Balada Proyek DAK Kebumen Berujung KPK Tersangkakan Taufik Kurniawan

Sabtu , 03 November 2018 | 14:04
Kronologis Balada Proyek DAK Kebumen Berujung KPK Tersangkakan Taufik Kurniawan
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan ditetapkan KPK sebagai tersangka. (Merdeka.com)

JAKARTA, ARAHPOLITIK.COM - Penetapan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan terima komitmen fee 5 persen dari Rp100 miliar dari Bupati Kebumen Muhamad Yahya Fuad, Periode 2016-2021 membutuhkan waktu sangat panjang selama dua tahun lebih, terhitung 15 Oktober 2016-2 November 2018.

Pada akhirnya Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (2/11/2018) kemarin pukul 18.20 WIB. Dan, Wakil Ketua PAN itu pun digiring ke Rutan KPK kawasan Kuningan Jakarta Selatan. Taufik ditahan selama 20 hari pertama.

Lalu, bagaimana kronologis awal Operasi tangkap tangan (OTT) KPK hingga menjebloskan Bupati Kebumen, Ketua DPRD Kebumen, dan Sejumlah pihak bahkan Wakil Ketua DPR RI sampai terseret derasnya arus Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut? Redaksi arahpolitik.com menghimpunnya dari berbagai sumber.

Berikut rangkuman arahpolitik.com atas kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut:

Sabtu, 15 Oktober 2016
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menjaring enam orang di Kabupaten Kebumen terkait transaksi suap. Keenam orang itu adalah sebagai berikut:

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen periode 2014-2019 Yudhy Tri Hartanto
PNS Dinas Pariwisata Pemkab Kebumen Sigit Widodo
Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Dian Lestari
Anggota DRPD Kabupaten Kebumen Suhartono
Sekda Kebumen Adi Pandoyo
Seorang swasta bernama Salim

Minggu, 16 Oktober 2016
Hari itu, Minggu (16/10/2016) KPK menetapkan Yudhy dan Sigit sebagai tersangka. Dia disangka menerima suap Rp 70 juta dari commitment fee sebesar Rp 750 juta dari Direktur PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Group bernama Hartoyo.

Namun saat itu Hartoyo belum ditangkap dan statusnya sebagai buron.
(Diduga) uang suap diberikan agar perusahaan Hartoyo mendapatkan proyek senilai Rp 4,8 miliar di Dinas Pendidikan Pemkab Kebumen. Sementara Sigit disebut berperan membantu niat Hartoyo dengan imbalan uang.

Jumat, 21 Oktober 2016
Hartoyo, yang sebelumnya jadi buron, tiba-tiba ditahan KPK dengan status sebagai tersangka.

Kamis, 29 Desember 2016
Kali ini, Sekda Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo dan seorang swasta bernama Basikun Suwandhin Atmojo alias Ki Petruk ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya langsung ditahan KPK.

Selasa, 17 Oktober 2017
Adalah, seorang anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen atas nama Dian Lestari ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dalam OTT sebelumnya itu, Dian sempat sempat dilepaskan.

Selasa, 23 Januari 2018
Pelaku utama dalam DAK yakni Bupati Kebumen Muhamad Yahya Fuad ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain itu, ada dua orang tersangka yang ditetapkan atas nama Hojin Anshori selaku swasta dan Khayub Muhamad Lutfi selaku Komisaris PT KAK.

Bupati Kebumen, Yahya diduga bersama-sama Hojin menerima suap Rp 2,3 miliar berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di wilayah Kebumen dari Khayub. Selain itu, Yahya dan Hojin diduga menerima gratifikasi.

Jumat, 18 Mei 2018
Diketahui, dalam pengembangan perkara, KPK menetapkan korporasi PT Putra Ramadhan atau PT Tradha sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Perusahaan itu menjadi korporasi pertama yang dijerat dengan TPPU.

Adapun, Perusahaan itu dikendalikan oleh Yahya Fuad dalam pengadaan proyek di Pemkab Kebumen dengan meminjam 'bendera' lima perusahaan lain untuk menyembunyikan atau menyamarkan identitas. Setelah memenangi proyek melalui cara 'pinjam bendera', PT Tradha disebut menampung uang dari para kontraktor. Diketahui, uang-uang itu merupakan commitment fee atas proyek-proyek di Pemkab Kebumen.

Dengan demikian, maka total ada sembilan orang dan satu korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka. Dalam perjalanannya, KPK memproses sembilan tersangka itu hingga ke pengadilan.

Ke-9 orang tersebut sudah dinyatakan bersalah dan divonis dengan hukuman yang berbeda-beda. Sedangkan satu korporasi, yaitu PT Tradha, masih dalam proses penyidikan.

Jumat, 26 Oktober 2018
Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP PAN, Taufik Kurniawan mendapat surat cinta dari Direktorat Imigrasi atas permintaan KPK. Taufik dicegah bepergian ke luar negeri. Namun KPK belum memberikan keterangan resmi soal status hukum Taufik ketika itu.

Kamis, 25 Oktober 2018
Taufik Kurniawan tidak memenuhi panggilan KPK guna sebagai saksi atas kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.

Selasa, 30 Oktober 2018
Selanjutnya, KPK menetapkan Taufik sebagai tersangka. Dia diduga menerima sekurang-kurangnya Rp 3,65 miliar dari Muhamad Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen. Dia memberikan suap itu ke Taufik terkait perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.

Tapi dia tak sendirian. KPK juga menetapkan Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Cipto Waluyo sebagai tersangka. Cipto diduga menerima duit Rp 50 juta.

KPK menyebut penerimaan suap Cipto terkait pengesahan dan pembahasan APBD Kabupaten Kebumen periode 2015-2016, pengesahan atau pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Kebumen 2015-2016, dan pokok pikiran DPRD Kebumen 2015-2016.

Kamis, 1 November 2018
Taufik Kurniawan lagi-lagi ntidak hadir atas undangan KPK. Lewat kuasa hukumnya, Taufik meminta dijadwalkan ulang, yakni Kamis 8 November 2018 pekan depan.

Jumat 2 November 2018
Pada Jumat (2/11/2018), pukul 09.30 WIB, Taufik Kurniawan muncul di Gedung KPK. Mengenakan baju batik dengan peci warna hitam.

Pada pukul 18.20 WIB, Taufik Kurniawan keluar dari Gedung KPK dengan mengenakan Rompi warna Orange yang membaluti tubuhnya. Dia lalu digiring di rutan KPK C1 di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. (Laporan: Rafael)

KOMENTAR