ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Partai Demokrat Akui Lakukan Politik Dua Kaki

Selasa , 11 September 2018 | 20:19
Partai Demokrat Akui Lakukan Politik Dua Kaki
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berdialog dengan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Banten, Minggu (24/4). (Foto: DPP-PD)

 Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengakui bahwa partainya melakukan politik dua kaki. Hal itu dilakukan karen Pilpres berbarengan dengan Pileg 2019 sehingga dibutuhkan langkah seperti itu.

Karena politik dua kaki, Partai Demokrat disebut tak sepenuh hati dalam mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Pasalnya ada kader Partai Demokrat yang terang-terangan mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Andi Arif politik dua kaki memang sesuai dengan perintah Ketua Umum Partai Demokrat, SBY. "Soal Demokrat dua kaki jadi rame. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki," tulis Andi Arief melalui akun twitternya.

Andi pun menjelaskan bahwa yang dimaksud politik dua kaki adalah satu kaki Demokrat ada di pemilihan legislatif (pileg) dan satu kakinya lagi ada di Pilpres 2019. "Satu Kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres," tulis Andi Arief.

Andi Arief politik dua kaki wajar dilakukan saat pileg dan pilres terjadi bersamaan. "Justru yang main satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan," jelasnya.
Andi menjelaskan kemenangan demokrat dalam pileg ditentukan oleh calon legislatif (caleg). Sementara penentu kemenangan pilpres ditentukan oleh pengurus Partai Demokrat yang ada di pusat. "Ujung tombak pileg adalah Caleg, Ujung tombak pilpres adalah Pengurus Pusat," tulis Andi Arief.

Seperti diketahui, sejumlah kepala daerah yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat memutuskan untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Padahal Demokrat bersama Gerindra, PKS, dan PAN telah mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Salah satu DPD yang diberikan Dispensasi ialah DPD Demokrat Papua yang dipimpin Gubernur Papua Lukas Enembe. Namun, selain Lukas, ada pula Gubernur Banten Wahidin Halim yang sudah menjalin komunikasi informal dengan Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding.

Selain itu, ada pula Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo yang masih akan diajak berkomunikasi oleh Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf. "Kalau Pakde Karwo (Soekarwo) harus kami verifikasi lagi," kata dia.

"Dua Kaki" Versi Sandi
Sementara itu Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mendapat kepastian dari Partai Demokrat bahwa dua kaki mereka kokoh berada di koalisi Prabowo-Sandi.

Kepastian itu dia dapatkan langsung dari Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan dalam pertemuan rutin antarsekjen partai di Jalan Daksa nomor 1, Senin (10/9/2018) malam.

"Kemarin kita bahas di rapat Sekjen, kami apresiasi Pak Sekjen (Hinca, red) hadir, dan dua kaki pak Sekjen secara kokoh ada di koalisi Prabowo-Sandi. Dua kaki Demokrat kokoh di koalisi Prabowo-Sandi itu kami mendapat afirmasi, dapat keyakinan dari pak Sekjen (Hinca)," kata Sandiaga saat ditemui di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (11/9).

Sementara itu, dalam beberapa hari kedepan dia dan Prabowo Subianto berencana silaturahmi dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus membahas penetapan tim pemenangan yang sifatnya lebih strategis.

"Kita ingin manfaatkan langkah menuju penetapan tim pemenangan yang sifatnya lebih strategis, teknis sudah ditangani tim Sekjen," ungkapnya.

Selain itu, secara khusus dia dan Prabowo meminta masukan SBY terkait pengalamannya di isu ekonomi yang pernah dialaminya pada tahun 2008-2009, dimana ketika itu pelemahan ekonomi terjadi.

"Nanti khususnya kita dapat masukan lebih strategis mengenai ekonomi, karena pak SBY pernah alami juga pelambatan ekonomi tahun 2008-2009. Bagaimana menyikapinya, memastikan daya beli masyarakat masih ada, lapangan kerja tidak tergerus dan ini yang kita harapkan kebijaksanaan dari beliau," terang Sandiaga.

Menanggapi dinamika internal yang terjadi di kubu Demokrat, Sandiaga menyerahkan seluruhnya kepada partai pimpinan SBY itu untuk menyelesaikannya.

"Tugas pribadi masing-masing tentu diserahkan pada Demokrat dan internal. Kita hargai dan apresiasi," ujar Sandiaga.

Sebelumnya, istilah politik dua kaki muncul setelah adanya pengurus Demokrat di daerah, yang membelot mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

KOMENTAR